Ratna Miranti Tidak Berpuas Diri

bisnis fashion 10

Sesudah lihat cerahnya kesempatan usaha glass painting ini, Mira juga makin semangat untuk memahaminya. Ia mengambil keputusan untuk ikuti suatu kursus glass painting untuk memperdalam ilmunya.

Yang menarik pada saat ia mulai ikuti kursus, sang instruktur malah ajukan pertanyaan apa yang dapat di ajarkan pada Mira. Mengingat kekuatan ibu dua anak ini terbilang memanglah telah cukup mahir melukis diatas kaca. Serta pada akhirnya dari kursus itu Mira memperoleh pengetahuan baru berkenaan dunia glass painting seperti permasalahan type gelas lukis, pengecatan, pelapisan sampai pengeringan product.

Terlepas dari kursus, nyatanya Mira segera disambut dengan tawaran hubungan kerja dari suatu perusahaan minuman. Dengan step awal 20 botol lukis, ia pada akhirnya diakui mengerjakan proyek besar yaitu sejumlah 1500 botol lukis dengan tenggat saat 1, 5 bln.. Untuk penuhi tujuan itu pasti tak dapat ia lakukan sendiri, ia lalu merangkul mahasiswa seni rupa dari bekas universitasnya untuk menolong sistem penyelesaian.

bisnis fashion 10

Ekspansi Dengan Pertolongan Pendanaan

Peluang untuk meningkatkan bisnisnya kembali terbuka saat pada th. 2010 ia memperoleh tawaran ikuti pameran spesial product kerajinan tangan Inacraft di Jakarta.

Dari situ pada akhirnya Mira berbarengan brand usaha glass painting “Meerakatja” memperoleh guyuran permodalan sebesar Rp 50 juta dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) . Tidak menyiakan peluang, Mira segera berekspansi dengan perbanyak produksi kerajinan Meerakatja sampai dapat menyentuh omset usaha Rp 30 juta/bln.. Ini tentu jadi pencapaian sendiri untuk Mira yang awalannya cuma beromzet 5 juta perbulan jadi sebesar ini.

Saat ini Mira masih tetap selalu berkreasi membuat pasar yang lebih luas untuk product kepunyaannya. Bukan sekedar botol lukis, ia juga mengambil tawaran untuk product kaca lain seperti interior rumah. Bahkan juga sebagian product kepunyaannya telah ada yang di kirim ke luar negeri walau belum seutuhnya berbentuk ekspor.

Berbarengan 3 orang karyawan terus, ia masih tetap jadi tokoh paling utama yang bertugas bikin pola basic seluruhnya karya glass painting merk Meerakatja. Untuk menjaga kwalitas product, Mira masih tetap selalu memakai cat kaca yang diimport segera dari Jerman.

Kreativitas yang digabungkan dengan tekad memakai kesempatan jadi kunci berhasil seseorang Ratna Miranti. Dengan usahanya itu saat ini ia sukses memperoleh keberhasilan walau dari arah yang pada awal mulanya belum pernah ia pikirkan. Bagaimanakah dengan rekan-rekan sekalian, ada yang siap ikuti jejak pengusaha wanita yang satu ini? Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia

 

Perkembangan Kaos Cakcuk di Surabaya

Bukan hal mudah bagi dwita rusmika memulai dan mempertahankan usahanya. Berawal dari kaki lima kini pria asal surabaya tersebut sudah memiliki lima gerai di surabaya. Ia berinisiatif membuat toko berjalan dengan menggunakan mobil vw comby dalam memasarkan produknya. Ketika kap mbil dibuka bentuknya sudah benar-benar menyerupai toko baju.

Ketika itu Ia bersama teman-temannnya mendatangi pusat-pusat keramaian surabaya ditaman bungkul, taman surya, pertunjukan musik, atau dikampus-kampus. Dan Itu terus menerus seperti itu untuk promosi awalnya.

Lambat laun sekarang ada toko hingga lima dan bulan depan buka yang ke enam. 9 tahun berjalan, usaha Dwita Roesika berkembang. Produksi tak hanya kaos, jaket, tas, hingga gantungan kunci berlabel cakcuk pun dihasilkan. Dalam satu bulan cakcuk memproduksi hingga 100 sampai 200 barang dan kesemuanya hanya bisa didapatkan di kota pahlawan.

Suuvenir dan kaos yang ada di cakcuk harganya berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 350.000 persatuannya. Saat ini omset cakcuk dalam satu bulan di total 5 gerai tokonya mencapai Rp 50.000.000 sampai Rp 100.000.000. Keuntungan bersih yang didapatkan Dwita dalam satu bulan hampir mencapai Rp 20.000.000…

Profil Fany Silvia Febrian Dika

bisnis fashion

wanita kelahiran Talang Babungo, 4 Februari 1992 ini yaitu putri pertama dari empat bersaudara. Putri pasangan Suhairi serta Selvina ini mulai masuk bangku perkuliahan kampus Payakumbuh jurusan ekonomi pada th. 2010. Sembari menggerakkan kesibukan perkuliahan, Fany juga menyempatkan saat untuk menggerakkan hoby design yang telah lama ditekuninya.

 

Pernah Mengawali Usaha Lain Saat sebelum Taflo Shoes

Saat ada di semester 3 tahap perkuliahan, Fany Silvia mulai meniti usaha butik on-line dengan rencana baju muslim yang casual serta syar’i. Tetapi rupanya #bisnis on-line itu pernah vakum sepanjang 6 bln. lantaran Fany Silvia mau konsentrasi merampungkan seluruhnya mata kuliah terlebih dulu.

Sesudah merampungkan mata kuliah serta akan menyelesaikan skripsi, rupanya inspirasi baru nampak untuk bikin usaha dengan rencana sepatu batik serta songket khas nusantara. Kecintaan yang besar pada bagian design serta product songket asli Indonesia bikin Fany berkemauan untuk selekasnya wujudkan usaha impiannya itu.

bisnis fashion

Inspirasi untuk memakai product songket Indonesia itu mulai nampak saat Fany Silvia ikuti moment pertukaran pelajar ke Australia pada th. 2009. Saat ia kenakan kain songket untuk pertunjukan tari piring, banyak rekan barunya yang ajukan pertanyaan tentang kain songket yang datang dari Indonesia. Ketertarikan pada kain songket itu jadi salah satu bentuk penyemangat untuk Fany untuk mempopulerkan product asli Indonesia.
Berdirinya Taflo Shoes

Pada Februari 2014, Taflo Shoes mulai lakukan sistem produksi serta pemasaran product sepatu. Nama Taflo Shoes sendiri datang dari kota kelahiran Fany yakni Talang Babungo yang lalu disimpulkan juga sebagai Talang Flower serta disingkat jadi Taflo.

Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia , Dengan modal awal sebesar 1 juta untuk menghasilkan 5 gunakan sepatu, saat ini Taflo Shoes telah dapat membuahkan bermacam product sepatu songket serta batik dengan bahan baku kain yang datang dari daerah Solok, Madura sampai Surabaya.

Fany Silvia Febrian Dika

Profil Pengusaha Muda  Wanita Ratna Miranti

Keberhasilan besar tidak selamanya dimulai dari suatu inspirasi brilian. Bahkan juga dari suatu hal yang awalannya adalah kekeliruan atau ketidak sengajaan, bukanlah tak mungkin saja lahir suatu inspirasi simpel tetapi luar umum.

Perihal ini pula yang dibuktikan oleh seseorang pengusaha wanita asal kota depok bernama Ratna Miranti. Bermula dari ketidak sengajaan, ia yang pada awal mulanya tekuni industri batik malah terjerumus pada dunia usaha baru yang bahkan juga pada awal mulanya belum pernah ia cobalah, yaitu usaha glass painting.

Serta saat ini tidak diduga usaha glass painting punya Ratna dapat berkembang bahkan juga semakin besar dari ekspektasi awalannya.

 

BIsnis yang Bermula Dari Kekeliruan

Seperti yang sudah disinggung pada awal mulanya, semula perjumpaan wanita yang akrab disapa Mira ini dengan dunia glass painting dapat disebutkan sangatlah kebetulan.

Diawali dari basic Mira yang seseorang pengrajin batik, ia pada awal mulanya memanglah telah memiliki usaha sendiri walau skalanya masih tetap termasuk kecil. Sampai selepas ia mulai berkeluarga serta memiliki momongan, Mira mengambil keputusan untuk fakum sesaat dari dunia usaha kreatif itu.

 

Saat jalan serta Mira pada akhirnya terasa dapat kembali berkarir disamping juga sebagai seseorang ibu rumah-tangga. Jadilah sang #mompreneur itu mencari serta beli beberapa bahan untuk kerajinan batik. Tetapi sesudah seluruhnya bahan terbeli, nyatanya ia salah beli cat untuk kepentingan batik. Ia jadi beli cat spesial untuk melukis gelas yang sesungguhnya ia sendiri belum pernah memakainya.

Tetapi nyatanya kekeliruan itu malah menggelitik inspirasi kreatif lulusan seni rupa ITB yang satu ini. Dengan bahan cat itu, ia coba melukis motif-motif karangannya sendiri pada #media botol sisa yang ada di tempat tinggalnya. Tidak diduga akhirnya cukup menarik hingga bikin ia ketagihan bikin kerajinan yang lebih di kenal dengan arti glass painting itu.

Beranjak ke dunia usaha, hasil karya glass painting kepunyaannya lalu ia pajang lewat media sosial walau. Serta akhirnya? Tanggapan positif mengalir deras bahkan juga banyak yang segera tertarik serta pesan product “kebetulan” itu.…